Senin, 26 September 2016

Permasalahan peternakan


Permasalahan Peternakan
1.       Tata Ruang Peternakan
a.       Belum adanya pengetahuan tata ruang atau kawasan peternakan secara nasional ataupun wilayah sehingga kawasan peternakan sering tergusur, hal ini menyebabkan ketidak  pastian dalam usaha peternakan

Selasa, 20 September 2016

KONSEP INTEGRASI TERNAK DI INDONESIA


KONSEP INTEGRASI TERNAK DI INDONESIA 


Pengembangan komoditas  kelapa sawit terus meningkat dari tahun ke tahun, terlihat dari rata-rata laju pertumbuhan luas areal kelapa sawit selama 2004-2014 sebesar 7,67%, sedangkan produksi kelapa sawit meningkat rata-rata 11,09% per tahun. Peningkatan luas areal tersebut disebabkan oleh harga CPO yang relative stabil di pasar internasional dan memberikan pendapatan produsen khususnya petani yang cukup menguntungkan . Berdasarkan buku statistic komoditas kelapa sawit terbitan Ditjen Perkebunan, pada tahun 2014 luas areal kelapa sawit mencapai 10,9 juta Ha dengan produksi 29,3 juta ton CPO. Luas areal menurut status pengusahaannya milik rakyat (perkebunan rakyat) seluas 4,55 juta Ha atau 41,55% daritotal luas areal, milik negara (PTPN) seluas 0,75 juta Ha atau 6,83% dari total luas areal, milik swasta seluas 5,66 juta Ha atau 51,62% swasta terbagi menjadi dua yaitu swasta asing seluas 0,17% juta Ha atau 1,54% dan sisanya adalah miik local.

Rabu, 14 September 2016

PEMANFAATAN Sabadilla SEBAGAI PESTISIDA ALAMI

PEMANFAATAN Sabadilla SEBAGAI  PESTISIDA ALAMI
TUGAS
OLEH :
GOODMAN TAMPUBOLON/ 140301141
TAMBUN SIHOTANG /140301149



logo FP USU I.jpg




M A T A  K U L I A H  P E R T A N I A N O R G A N I K
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan kasih dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan  tugasini tepat pada waktunya.

Selasa, 13 September 2016

KESESUAIAN LAHAN KELAPA SAWIT

Penilaian kesesuaian lahan kelapa sawit
1. Merupakan hasil interaksi
2. Varietas sawit unggul
3. ditanam di lokasi yang paling sesuai
4. pengelolahan yang baik
5. iklim dan karakteristik tanah/factor lingkungan yang baik.

Kamis, 12 Mei 2016

Sistem pertanian berkelanjutan

Sistem pertanian berkelanjutan

Istilah sistem pertanian berkelanjutan ini sendiri muncul sebagai bentuk kekhawatiran para pakar akan kelangkaan pangan di masa yang akan datang karena teknologi dan sistem pertanian yang ada mengalami kegagalan untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1980’an. Ketidakcukupan kebutuhan pangan ini salah satunya terjadi karena tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin cepat. Tingginya tingkat demografi ini memicu banyak hal, diantaranya perubahan iklim dan cuaca. Pada akhirnya hal ini akan membuat kemungkinan adanya kegagalan sistem pertanian sebelumnya dalam menjawab kebutuhan pangan.